AL FALAH PUTRI BAGAI SEBUAH MESIN

Posted: April 9, 2011 in Pendidikan
Tag:, , , , , ,

Oleh: Anas Sa’dullah ; 01 April 2011

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahirobbilalamin, kita masih diberi kesempatan untuk ikut berusaha menegakkan agama Allah SWT melalui Peran aktif kita mendidik santri-santri Al Falah Putri agar menjadi Generasi khoiru ummah yang bertakwa, dan berakhlak islami. Sholawat dan Salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Baginda Rosulullah SAW, setelah kemarin saya ditemui oleh Pak Lek saya (Bapak Masrur), kami berdua berbicara kesana kemari tentang Perkembangan Pendidikan Pondok Pesantren Al Falah Putri ini dan saya ingin menuangkan apa yang ada dalam hati dan pikiran, untuk saya tuliskan disini, sebelumnya saya mohon maaf jika kalimat-kalimat saya kelihatan arogan karena memang ini kemampuan menulis saya, tidak ada maksud apa-apa saya hanya ingin membantu untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Pondok Pesantren ini. Sekali lagi saya mohon ma’af jika nanti ada yang tidak berkenan.
Saya ibaratkan Al Falah Putri ini adalah sebuah mesin giling padi (orang jawa biasa menyebutkan selep pari), kalau di Al Falah Putri ini apa yang kita giling? Kita menggiling (ini bukan istilah sebenarnya) santri-santri Al Falah Putri ini untuk dijadikan orang atau insan khoiru ummah yang bertakwa, berakhlak islami, berprestasi dalam pendidikannya baik formal maupun salafiyah, insan yang kreatif dan madiri, kalau padi digiling kan untuk dijadikan beras, yang kemudian untuk kita makan.gbr mesin
Al Falah Putri ini seperti mesin giling padi, bagaimana cara kerja mesin al falah ini? Seperti pada misi yang kemarin di cetak dibrosur, yaitu:
1. Menumbuhkan kesadaran melaksanakan ajaran islam dengan benar yang tercermin dalam kepribadian dan tingkah laku.
2. Memberikan pendidikan dan pengajaran yang berorientasi pada pengetahuan yang sesuai dengan tuntutan dan kemajuan zaman.
3. Mendidik Santri-santri hingga mereka memiliki ilmu pengetahuan yang berwawasan global, kreatif inovatif dan aplikatif.
4. Mengembangkan lingkungan madrasah yang kondusif untuk membentuk kepribadian siswi yang mandiri.
Itu (yang seharusnya) cara kerja mesin giling Al Falah Putri ini seperti yang Bapak Ibu ketahui mesin giling padi mempunyai banyak sekali bagian-bagiannya kalau orang teknik biasa menyebutkannya dengan komponen-komponen, seperti ada mesin diesel, roda penggerak, bagian pengelupas kulit padi, ada saringan untuk memisahkan padi dengan kulitnya kemudian ada istilah kipas blower untuk mengarahkan kulit padi kelubang pembuangan agar tidak tercampur dengan beras dan masing-masing bagian ini harus bekerja sesuai dengan fungsinya jika diharapkan padi yang digiling menghasilkan beras yang bermutu bagus, yang layak kita masak nantinya. Jika saja ada salah satu bagian atau komponen dari alat ini rusak (tidak bekerja sebagaimana mestinya) pasti hal tersebut berpengaruh pada hasilnya, bahkan alat ini bisa tidak dapat dipergunakan. Bapak Ibu sekalian pondok pesantren al falah ini jika dicermati mempunyai banyak sekali komponen atau bagian-bagian yang siap di fungsikan. Memang bagian-bagian penggiling Al Falah Putri ini bukan terbuat dari besi, jika sudah ditunjuk atau dicetak bisa langsung dapat digunakan, bagian-bagian atau komponen-komponen penggiling Al Falah Putri ini adalah manusia-manusia yang mempunyai latar belakang pendidikan dan ketrampilan yang beragam. Jika komponen-komponen ini ditempatkan ditempat yang benar dan mampu bekerja sebagaimana mestinya, saya yakin dan optimis jika Al Falah Putri nantinya menjadi mesin giling yang solid dan berkualitas bagus, yang mampu mencetak insan khoiru ummah bertakwa, berakhlak islami, berprestasi, kreatif dan mandiri.
Bapak Ibu sekalian, jika kita mempunyai alat penggiling padi yang bagus, kita tidak usah bersusah payah menawarkan ke masyarakat untuk menggiling padinya pada kita. Kita akan dicari sendiri oleh masyarakat untuk mengantrikan padinya yang akan digiling. Saya berbicara realita yang ada, coba Bapak Ibu renungkan siapa yang tidak ingin menempatkan anak kesayangannya ditempat pendidikan yang berkualitas.
Bapak Ibu yang saya hormati, diatas tersebut adalah kiasan, sekarang bagaimana cara menjalankan visi dan misi Al Falah Putri ini? Kita harus mulai dari mana? Bagaimana Pondok Pesantren Al Falah Putri ini bisa mencetak generasi yang tertulis dalam visi dibrosur kemarin? Apa yang perlu kita kerjakan terlebih dahulu?
Perlu untuk saya ingatkan bahwa Pondok Pesantren Al Falah Putri ini mempunyai dua buah sistem pendidikan Salafiyah dan Formal, untuk bisa mewujudkan visi kita harus ada kerjasama dan saling mendukung diantara dua sistem pendidikan tersebut.
Pada kesempatan musyawarah kinerja ini marilah bersama dan kita satukan niat menyusun komponen-komponen yang ada untuk ditempatkan ditempatnya, dan harapan saya hasil dari musyawarah ini tidak menghasilkan gambar-gambar simbolis struktur yang biasanya hanya ditempel didinding sebagai hiasan tapi siapa saja yang duduk ditempatnya mampu bertanggung jawab dan bekerja sebagaimana mestinya.
Demikian tulisan ini saya susun sebagai wujud apa yang ada dibenak dan pikiran saya, semoga menjadi pertimbangan Bapak Ibu sekalian, akhirukalam dengan rendah hati saya mohon ma’af jika ada yang tidak berkenan,
billahi taufik wal hidayah Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Komentar
  1. lathif mengatakan:

    hebaaat banget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s